Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Seri Catatan: On Beauty and Terror [1] Gigi

[2] Gigi Lakon kehidupan ini begitu unik, gila, dan menakjubkan. Lalu kita seperti dilempar, disepah, ke dunia yang berserakan ini. Kadang semuanya kutinggalkan begitu saja ketika dunia luar begitu memuakkan dan segalanya nampak keruh. Tapi betapapun aku berusaha menjauh dari dunia lilliput itu, justru semakin aku merindukannya dan merasa Ia begitu kencang berbisik menarikku, mendekat. Mungkin aku bukan orang yang religius. Tapi bisa dibilang aku sangatlah spirituil. Aku meyakini daya kekuatan yang sifatnya non-materi, non-fisik. Apapun itu sebutannya. Selalu ada keyakinan dalam diriku pada kekuatan yang tak nampak, yang bisa bergerak dan menggerakkan. Dan begitulah aku percaya bahwa segalanya saling terhubung, saling bicara dan mendengarkan. Tahun 2024 adalah tahun yang… seperti hujan meteor beruntun! Selain banyak hal baru yang kupelajari, kualami dan menimpaku, ada pula keputusan-keputusan besar yang kuambil. Dan niat awal aku menulis seri catatan ini, adalah tentang keindahan sekal...

Ziarah

Gambar
Aku ziarah panjang dan lama, pada diriku sendiri Menaburi bunga dan wewangian, pada sekujur tubuhku aku mengenang, mendoakan, dan menangisi diriku yang mati, saban hari Dari duka menahun yang diukir di atas nisan yang berupa adegan-adegan dan kenangan-kenangan Di sana aku menyambangi petilasanku dipenuhi belukar yang dilingkupi berita tentang: bencana-bencana besar Pada jiratku tertulis, “yang tak beristirahat dengan tenang” Aku terbaring menanti segera disucikan, dengan peluh dan air mata manusia di seluruh dunia yang tertimpa duka menahun berupa adegan dan kenangan berupa ulah, tindak, laku berupa berita tentang: rencana para pembesar Doa dan rapal dipanjatkan,  lewat perhatian berjam-jam pada layar Aku meracik sesaji untukku sendirian Bunga-bunga dan wewangian semerbak terbakar di atas bokor, asapnya meliuk membentuk adegan dan kenangan berupa peluh dan air mata seluruh manusia di dunia yang kubawa sampai ke liang tempatku berbaring mati menunggu esok hari, hidup lagi, saban har...