Ziarah
Aku ziarah panjang dan lama, pada diriku sendiri
Menaburi bunga dan wewangian, pada sekujur tubuhku
aku mengenang, mendoakan, dan menangisi diriku yang mati,
saban hari
Dari duka menahun yang diukir di atas nisan
yang berupa adegan-adegan dan kenangan-kenangan
Di sana aku menyambangi petilasanku dipenuhi belukar
yang dilingkupi berita tentang: bencana-bencana besar
Pada jiratku tertulis, “yang tak beristirahat dengan tenang”
Aku terbaring menanti segera disucikan, dengan peluh dan air mata manusia di seluruh dunia
yang tertimpa duka menahun
berupa adegan dan kenangan
berupa ulah, tindak, laku
berupa berita tentang: rencana para pembesar
Doa dan rapal dipanjatkan,
lewat perhatian berjam-jam pada layar
Aku meracik sesaji untukku sendirian
Bunga-bunga dan wewangian semerbak terbakar
di atas bokor, asapnya meliuk membentuk adegan dan kenangan
berupa peluh dan air mata seluruh manusia di dunia
yang kubawa sampai ke liang tempatku berbaring mati
menunggu esok hari, hidup lagi, saban hari.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah membuang waktumu di tulisan saya. Semoga tidak ada dosa.