Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Sesaat Kau Hadir...

Gambar
Jogja seperti teman dekat yang dulu begitu terkoneksi, tapi sekarang ikatan batin itu entah kenapa memudar. Aku seperti tak punya lagi akses untuk kembali terkoneksi. Entah siapa yang menjauh, ataukah memang masanya sudah usai.. Teman dekat itu, seperti menyimpan banyak kecewa di dalam dirinya, dan memilih pergi. Ia tak lagi punya radar yang kuat untuk sekadar saling menyapa dan memikirkan di alam batin. Hatiku, seperti menyembul-nyembul tanpa tertaut. Jaringan tak tersambung, seperti panggilan telepon tak terjawab. Saat aku datang, Jogja cuma mampu mengulang riwayat-riwayat yang telah lewat.  Tapi setidaknya aku selalu menikmati perjalananku pulang dari Jogja ke Wonogiri. Seberapa jauh dan sepinya, momen di motor selalu kurindukan. Momen-momen di mana aku bisa melaju kencang, berdoa kencang, menangis kencang, juga tertawa kencang.  Pekan lalu, aku kembali lagi ke Jogja. Selain untuk absen ke kantor, aku mau menyelesaikan pengiriman merch donasi Palestine yang kubuat, serta ba...

Seri Catatan: On Beauty and Terror [1] Gigi

Gambar
[2] Gigi Lakon kehidupan ini begitu unik, gila, dan menakjubkan. Lalu kita seperti dilempar, disepah, ke dunia yang berserakan ini. Kadang semuanya kutinggalkan begitu saja ketika dunia luar begitu memuakkan dan segalanya nampak keruh. Tapi betapapun aku berusaha menjauh dari dunia lilliput itu, justru semakin aku merindukannya dan merasa Ia begitu kencang berbisik menarikku, mendekat. Mungkin aku bukan orang yang religius. Tapi bisa dibilang aku sangatlah spirituil. Aku meyakini daya kekuatan yang sifatnya non-materi, non-fisik. Apapun itu sebutannya. Selalu ada keyakinan dalam diriku pada kekuatan yang tak nampak, yang bisa bergerak dan menggerakkan. Dan begitulah aku percaya bahwa segalanya saling terhubung, saling bicara dan mendengarkan. Tahun 2024 adalah tahun yang… seperti hujan meteor beruntun! Selain banyak hal baru yang kupelajari, kualami dan menimpaku, ada pula keputusan-keputusan besar yang kuambil. Dan niat awal aku menulis seri catatan ini, adalah tentang keindahan sekal...

Ziarah

Gambar
Aku ziarah panjang dan lama, pada diriku sendiri Menaburi bunga dan wewangian, pada sekujur tubuhku aku mengenang, mendoakan, dan menangisi diriku yang mati, saban hari Dari duka menahun yang diukir di atas nisan yang berupa adegan-adegan dan kenangan-kenangan Di sana aku menyambangi petilasanku dipenuhi belukar yang dilingkupi berita tentang: bencana-bencana besar Pada jiratku tertulis, “yang tak beristirahat dengan tenang” Aku terbaring menanti segera disucikan, dengan peluh dan air mata manusia di seluruh dunia yang tertimpa duka menahun berupa adegan dan kenangan berupa ulah, tindak, laku berupa berita tentang: rencana para pembesar Doa dan rapal dipanjatkan,  lewat perhatian berjam-jam pada layar Aku meracik sesaji untukku sendirian Bunga-bunga dan wewangian semerbak terbakar di atas bokor, asapnya meliuk membentuk adegan dan kenangan berupa peluh dan air mata seluruh manusia di dunia yang kubawa sampai ke liang tempatku berbaring mati menunggu esok hari, hidup lagi, saban har...