Sesaat Kau Hadir...
Jogja seperti teman dekat yang dulu begitu terkoneksi, tapi sekarang ikatan batin itu entah kenapa memudar. Aku seperti tak punya lagi akses untuk kembali terkoneksi. Entah siapa yang menjauh, ataukah memang masanya sudah usai.. Teman dekat itu, seperti menyimpan banyak kecewa di dalam dirinya, dan memilih pergi. Ia tak lagi punya radar yang kuat untuk sekadar saling menyapa dan memikirkan di alam batin. Hatiku, seperti menyembul-nyembul tanpa tertaut. Jaringan tak tersambung, seperti panggilan telepon tak terjawab. Saat aku datang, Jogja cuma mampu mengulang riwayat-riwayat yang telah lewat. Tapi setidaknya aku selalu menikmati perjalananku pulang dari Jogja ke Wonogiri. Seberapa jauh dan sepinya, momen di motor selalu kurindukan. Momen-momen di mana aku bisa melaju kencang, berdoa kencang, menangis kencang, juga tertawa kencang. Pekan lalu, aku kembali lagi ke Jogja. Selain untuk absen ke kantor, aku mau menyelesaikan pengiriman merch donasi Palestine yang kubuat, serta ba...