Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Sosial Iklan

Kapitalisme Duri Lunak Towilfiets

Gambar
Dina Tri Wijayanti (18107030091) #tugascoolyeah *** Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal sebagai kota yang memiliki daya pikat melalui beberapa sektor, khususnya pariwisata. Tujuan wisata Indonesia kedua setelah Bali itu selalu meberi kesan “tradisonal” serta romantisme bagi siapapun yang singgah. Sehingga di daerah ini pun terdapat banyak destinasi wisata yang menawarkan hal unik. Yang paling disoroti kini adalah kearifan lokal. Sedang pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor yang diperhitungkan dalam produk domestik bruto (PDB). Lalu aspek lokalitas menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan, lebih-lebih oleh turis asing. Tak ayal jika pengembangan pariwisata nasional bertumpu pada potensi keindahan alam dan budaya unik satu daerah.Untuk itu sektor inilah yang ingin digenjot oleh pemerintah. Pun dana bergulir seiring berkembangnya pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Sebab sektor itu mampu menambah pendapatan negara juga warganya. Kemudian banyak warga mendirikan usaha wisa...

Menulis: Peluang Kemandirian

Gambar
Dina Tri Wijayanti 18107030091 #tugascooyeah *** (Kamis, 7 mei 2020) Endik Koeswoyo telah aktif menulis sejak 2006. Sejak di bangku kuliah ia telah menjadikan dunia menulis sebagai peluang yang ia pilih untuk mencari penghidupan. Dan benar saja, kini Endik berkarir melalui tulisan-tulisannya dalam wujud naskah film, novel, hingga skenario serial televisi. Menulis menurutnya memerlukan peluang serta waktu. Saya menafsirkannya sebagai momen yang tepat untuk menuangkan gagasan tulisan. Sehingga, dalam menekuni dunia menulis, peluang dan kemandirian haruslah dicari. Kita dituntut untuk bersaing dengan yang lain. Karenanya, cepat merasa puas dapat menunjukkan bahwa kita menuju kekalahan. Hal itu disampaikan Endik dalam siaran langsung instagram bertajuk “Nulis Matek, Gak Nulis Matek”. Adalah Rama Kertamukti, seorang dosen Ilmu Komunikasi yang menyediakan ruang berbagi pengalaman kepenulisan tersebut. Siaran berdurasi sekitar satu seperempat jam itu bany...

Menangis karena Iklan

Gambar
Dina Tri Wijayanti 18107030091 #tugascoolyeah *** “Proses decoding bisa menempuh rute yang mengejutkan dan bahkan berlawanan dari makna yang diintensikan,” - kuliah Resepsi Audiens, Pak Rama. Seorang wanita yang bekerja sebagai copywriter periklanan di London mengunggah surat terakhir dari ayahnya yang bunuh diri. Wanita bernama Holly Brockwell itu mengaku hatinya tercekat. Ia telah cukup sedih atas apa yang menimpa ayahnya, dan sebuah iklan membuatnya semakin terpukul. Adalah iklan Hyundai IX35 yang membuat wanita itu dan banyak orang yang memiliki kondisi yang sama menangis. Pada 19 April 2013, merek mobil kenamaan itu meluncurkan sebuah iklan dengan topik bunuh diri secara implisit. Dalam iklan diperlihatkan seorang lelaki paruh baya yang mencoba mengakhiri hidupnya, mengunci dirinya dalam mobil dengan garasi yang tertutup tanpa udara. Ia berniat membiarkan dirinya menghirup gas monoksida hingga mautnya datang. Namun usahanya gagal karena ternyata mobil terseb...

Dunia Instagram Nan Jauh di Atas Sana

Gambar
Dina Tri Wijayanti 18107030091 #tugascoolyeah *** Postingan-postingan dalam akun Instagram saya beberapa diantaranya memiliki latar belakang visual yang mirip. Saya menemukan lebih dari empat potret awan di dalamnya. Entah mengapa. Namun saya sangat senang mengunggah objek-objek alam, hewan, pantulan cahaya, ataupun coretan-coretan tidak jelas ketimbang foto tubuh saya secara utuh. Apa yang saya sukai dan itu perlu untuk dibagikan, beberapa memang saya taruh dalam feed Instagram. Platform dalam internet, termasuk Instagram saya anggap sebagai cara mencetak keabadian. Apapun yang telah kita taruh disana akan menyisakan jejak yang tak akan terbatas ruang dan waktu. Kapan saja kita ingin meniliknya, mereka akan muncul dalam sekali enter . Munculnya media-media semacam ini memang memengaruhi bagaimana kita memahami konsep ruang dan waktu. Tak buruk. Namun perlu rasanya untuk kita kembali merenunginya. Setiap dari kita tahu bahwa ini bagian dari kemajuan media komunik...

Iklan Apa yang Merasukiku

Gambar
bluesmagazine.nl “ Ajining diri gumantung ing lathi. Ajining raga gumantung saka busana. ” kata Bapak sambil lalu. Sore itu Bapak datang mengunjungi kediaman saya dan kakak di Jogja. Belum sempat duduk dan berbincang, bapak mengucapkan pitutur Jawa itu tepat kepada saya. Bapak seringkali mengucapkan sesuatu secara tiba-tiba. Namun kali itu sedikit berbeda. Saya sebenarnya paham arti dari peribahasa populer tersebut. Kira-kira terjemahan bebasnya adalah bahwa harga diri seseorang tergantung pada tutur katanya, dan nilai penampilan fisik seseorang tergantung pada busana yang dipakai. Hal yang tak saya pahami, apa intensi Bapak mengucapkannya tepat di depan saya? Entah apa yang merasuki Bapak. Saya yang baru saja pulang kuliah waktu itu seketika mengernyitkan dahi. Dengan terbengong-bengong, saya terhenyak dan mengamati pakaian yang melekat pada tubuh saya. Tidak saya jumpai hal yang keliru. Saya hari itu mengenakan pakaian seperti biasanya. Celana jeans panjang...